Jumat, 19 Oktober 2012

HOLIDAY AT GUA LAWA



Pada liburan kemaren, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 2012 saya dengan teman-teman di kampung halaman saya pergi kesebuah tempat wisata di Kota Purbalingga Jawa tengah. Liburan itu sangat mendadak sekali, karena sehari sebelumnya saya baru pulang dari tempat Nenek saya. Walaupun sangat mendadak tapi sangat menyenangkan dalam liburan kali ini.
Kita semua merencanakan untuk berangkat di pagi hari sekitar pukul 06.30, tetapi semuanya berjalan lambat karena kita saling menunggu. Akhirnya kita berangkat pada pukul 08.00 dengan menggunakan 1 mobil. Kita semua berjumlah 9 orang diantaranya Agung, Aldi, Yudi, Acong, Yosi, Yunan, Isrofil, Abib dan Saya sendiri. Kita melakukan perjalanan selama 3 ½ jam. Selama perjalanan kita bnyak mengalami kejadian yang sangat menyenangkan.
Selama perjalanan kita selalu bercerita tentang pendidikan kita masing-masing, agar di dalam perjalanan kita tidak merasa sepi maka kita lakukan mini games. Dengan games tersebut selama perjalanan kita selalu ceria dan ramai. Setelah kita melalui 2 jam perjalanan kita sering mendapatkan cobaan, karena waktu itu jalan yang kita lalui menanjak beberapa gunung. Saat itu kita sedang asik bercerita dan bercanda tiba-tiba mobil berhenti dan pengendara sepeda motor yang berada di belakang mobil kita menabrak dengan keras. Untung saja pengendara tersebut tidak kenapa-kenapa dan dia tidak meminta ganti rugi karena kita berasal dari daerah yang sama yaitu Pekalongan.
Kita kemudian melanjutkan lagi hingga sampai tempat tujuan tetapi 20 KM sebelum sampai tempat tujuan kita terjebak macet saat menaiki tanjakan yang sangat tajam. Beberapa mobil, minibus dan truk pengangkut pasir sempat mundur hingga hampir menabrak mobil dibelakangnya. Banyak para penumpang yang membantu untuk mengatasi masalah ini, termasuk saya dan teman-teman. Hampir 1 jam masalah kemacetan ini tak bisa diatasi. Maka pihak Polisi Lalu Lintas mengambil keputusan untuk menutup 1 jalur yang mengarah ke Kota Purbalingga dan dialihkan ke jalur alternatif. Kita sempat berfikir apakah akan meneruskan perjalanan atau pulang. Setelah dipikirkan matang-matang maka kita mengalihkan tujuan ke Tempat Wisata Gua Lawa yang masih berada di Kota Purbalingga. Padahal kita semua merencanakan untuk berenang di Tempat Wisata Owabong di kota yang sama.
Sekitar pukul 12.00 kita tiba ditempat wisata dan langsung memarkirkan mobil untuk kemudian masuk ketempat objek wisata. Kita semua memprediksi bahwa harga tiket masuk dibawah Rp 10.000 tetapi saat kita membeli harga tiket ternyata Rp 12.500, kemudian kita memasuki tempat wisata. Kita langsung menuju ketempat Gua yang mungkin dihuni oleh banyak Kelelawar. Sebelumnya kita berfoto-foto terlebih dahulu untuk dijadikan sebuah kenangan yang manis. Saat memasuki Gua tersebut banyak sekali tempat-tempat yang penting untuk dilihat, dan dijadikan kenangan. Selama 1 jam kita berada di dalam Gua, banyak ilmu yang kita dapat diantaranya : Tempat Bertapa, Mata Air Gunung Slamet, Tempat Sholat dan lain-lain. Sehabis itu kita semua makan siang di sebuah warung yang berada didalam area Tempat Wisata Gua Lawa. Kita sempat bercerita sedikit dengan pengunjung lain yang sedang makan siang di warung yang sama, bagaimana rasanya liburan di tempat wisata Gua Lawa.




Percakapan :
Agung             : “Selamat Siang mas ??”
Pengunjung 1  : “Selamat Siang juga, ada apa ya mas ??”
Agung             : “Oh ya sebelumnya nama anda siapa ?? Saya cuma ingin bertanya bagaImana liburan ditempat ini.  ??”
Pengunjung 1 : Nama saya Robi. Liburannya sangat menyenangkan mas, banyak sekali hal baru yang saya dapatkan dalam liburan ditempat ini. Nama anda siapa ya ??”
Agung             : “Nama saya Agung.”
Saya                : “Mas Robi kesini sama siapa ??”
Pengunjung 1 : “Saya berlibur disini dengan keluarga besar. Kalau anda sama siapa ??”
Saya                : “Saya sama teman-teman saya.”
Pengunjung 1 : “Maaf ya mas, kita harus pulang terlebih dahulu karena rumah kita jauh. Terima kasih sudah bisa kenal dengan anda.”
Saya                : “Sama-sama mas Robi.”


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.30, kemudian kita mencari musholla untuk melaksanakan shalat dhuhur. Setelah selesai sholat kita langsung menikmati hiburan yang ada di tempat itu, salah satunya musik dangdut. Banyak sekali pengunjung yang ikut bergoyang dan kita bergabung dengan pengunjung yang lain untuk bergoyang menikmati hiburan musik ini. Sampai akhirnya kita memutuskan untuk pulang pada pukul 16.30 sesudah kita semua melaksanakan ibadah shlat ashar. Ini adalah liburan yang sangat menyenangkan dan tak pernah aku lupakan.
Dibawah ini adalah foto saat kita di Lokasi Wisata Gua Lawa.


Sabtu, 30 Juni 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi


Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
a.    Budaya Organisasi adalah  nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan suatu hal yang bisa dilakukan.
b.    Budaya Organisasi adalah sebuah system makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Karakteristik Budaya Organisasi.
Penelitian menunjukan bahwa ada 7 karakteristik utama yang, secara keseluruhan, merupakan akibat hakikat budaya organisasi. Diantaranya :
a)    Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko.
b)   Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal detail.
c)    Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
d)   Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada didalam organisasi.
e)    Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi pada tim ketimbang pada individu-individu.
f)    Keagresifan. Sejauh mana ornag bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
g)   Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.

Fungsi budaya organisasi
Salah satu contoh dari penjabaran tenteng fungsi organisasi menurut para ahli.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
v  Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
v  Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
v  Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
v  Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
v  Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Teknologi terhadap kreatifitas individu dan team
Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).

Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam individu, organisasi maupun dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan.

Penerapan teknologi informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
Ø Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada didalam perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
Ø Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi teknologi informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilitas sumber daya perusahaan antara lain sistem penggajian, sistem akuntansi dan keuangan dan lain-lain.
Ø Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.

Departemen IT sering kali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi problematika tersendiri bagi departemen IT di perusahaan.

Teknologi Informasi adalah  segala sesuatu budaya (daya kreasi dan inovasi) manusia yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, pengelolaan dan menyampaikan informasi.

Tujuan Teknologi Informasi, yaitu :
·      Memecahkan masalah
·      Membuka kreativitas
·      Efektifitas dan efisiensi

Fungsi Teknologi Informasi, yaitu :
§  Menangkap (capture)
§  Memproses (processing)
§  Menghasilkan (generating)
§  Menyimpan (storage)
§  Mencari kembali (retrieval)
§  Melakukan Transmisi (transmission)

Keuntungan Teknologi Informasi : speed, consistency, precision, reliability. Teknologi informasi bermanfaat dalam berbagai bidang antyara lain : akuntansi, finance, marketing, produksi atau manajemen sumber daya manusia.

Selasa, 05 Juni 2012

KELOMPOK DALAM ORGANISASI


A.     Organisasi

Kata organisasi berasal dari istilah Yunani  Organon  dan istilah Latin  Organum yang artinya alat, bagian, anggota, atau badan. James D. Mooney mengatakan, “organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama”, sedang Chester I. Barnard memberi pengertian organisasi seebagai suatu sistem dari aktivitas kerja sama yang yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai. Suatu kinerja kelompok akan lebih efisien ketika di letakkan di ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai jika didalam pengelolaannya dikerjakan secara berstruktur atau berkelompok.

B.     Peran Individu Dalam Suatu Organisasi
                                                                                  
Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.
Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

C.     Organisasi Formal

Organisasi formal ini merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran . Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasinya. Jadi, struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi , hubungan antar fungsi-fungsi, serta wewenang dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas

D.     Organisasi Informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi.
Alasan utama terbentuknya organisasi informal adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusiawi yang tidak sepenuhnya dapat dipuaskan oleh organisasi formal, seperti pengenalan diri, pengetahuan tentang perilaku yang diterima, perhatian, pelestarian nilai-nilai budaya, bantuan dalam pencapaian tujuan, kesempatan berpengaruh dan berkreasi, dan kebutuhan akan informasi serta berkomunikasi.dalam pengelompokkan-pengelompokkan sosial. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
v   Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
v   Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.


E.     Pengalaman Dalam Organisasi

7 tahun yang lalu saya pernah mengikuti Organisasi Karangtaruna di desa saya. Pertama kali saya mengikuti organisasi tersebut karena ingin membangkitkan semangat para remaja atau pemuda yang ada di desa saya untuk lebih rajin lagi dalam membentuk masyarakat. Setelah 8 bulan saya mengikuti Organisasi Karangtaruna, para anggota Karangtaruna di desa saya banyak yang mencalonkan saya sebagai ketua organisasi tersebut. Karena kerja keras saya selama ini untuk membangun masyarakat yang sejahtera telah berhasil dan saya bersedia untuk menjadi ketua Organisasi Karangtaruna di desa saya selama 3 tahun. Selama  1 tahun saya menjadi ketua, saya sering melakukan berbagai acara, kegiatan, liburan, dan rapat yang berhubungan dengan desa.
Setelah 3 tahun selesai menjadi ketua Organisasi, banyak sekali perubahan yang terjadi di desa saya. Saya sangat bahagia karena kerja keras saya selama menjadi Ketua Organisasi Karangtaruna telah berhasil dan berjalan dengan lancar. Atas keberhasilan itu saya ditunjuk lagi untuk menjadi ketua kembali selama Organisasi itu berdiri dan berjalan. Setalah saya lulus SMA saya kuliah di Luar Kota dan meninggalkan desa saya dan Organisasi yang saya pimpin. Walau saya sudah tidak ada didalam organisasi tersebut, organisasi itu masih berjalan dengan baik dan lancar. Saya selalu memberikan masukan kepada para anggoa dan ketua organisasi yang baru untuk selalu menjalankan semua amanat yang telah saya berikan kepada para anggota.



Jumat, 04 Mei 2012

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


1.1    Definisi Pengambilan Keputusan

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur - unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternative yang  dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Keputusan itu sendiri merupakan unsure kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobotdan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yangharus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.Setelah pengertian keputusan disampaikan, kiranya perlu pula diikuti dengan pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Ada beberapa definisi tentang pengambilankeputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan,misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku daridua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapidalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan). Ada beberapa teori yang paling sering digunakan dalam mengambil kebijakan yaitu :

1. Teori Rasional Komprehensif
Ada beberapa ahli antara lain Charles Lindblom , 1965 (Ahli Ekonomi dan Matematika) yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan itu sebenarnya tidak berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit akan tetapi mereka seringkali mengambil keputusan yang kurang tepat terhadap akar permasalahan.
Teori rasional komprehensif ini menuntut hal-hal yang tidak rasional dalam diri pengambil keputusan. Asumsinya adalah seorang pengambil keputusan memiliki cukup informasi mengenahi berbagai alternatif sehingga mampu meramalkan secara tepat akibat-akibat dari pilihan alternatif yang ada, serta memperhitungkan asas biaya manfaatnya.dan mempertimbangkan banyak masalah yang saling berkaitan
Pengambil keputusan sering kali memiliki konflik kepentingan antara nilai-nilai sendiri dengan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat. Karena teori ini mengasumsikan bahwa fakta-2 dan nilai-nilai yang ada dapat dibedakan dengan mudah, akan tetapi kenyataannya sulit membedakan antara fakta dilapangan dengan nilai-nilai yang ada.
2. Teori Inkremental
Teori ini dalam mengambil keputusan dengan cara menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan merupakan madel yang sering ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambail keputusan.
Karena diambil berdasarkan berbagai analisis maka sangat tepat diterapkan bagi negara-negara yang memiliki struktur mejemuk. Keputusan dan kebijakan diambil dengan dasar saling percaya diantara berbagai pihak sehingga secara politis lebih aman. Kondisi yang realistik diberbagi negara bahwa dalam menagmbil keputusan/kebijakan para pengambil keputusan dihadapkan pada situasi kurang baik seperti kurang cukup waktu, kurang pengalaman, dan kurangnya sumber-sumber lain yang dipakai untuk analsis secara komprehensif.
3. Teori Pengamatan Terpadu
Beberapa kelemahan tersebut menjadi dasar konsep baru yaitu seperti yang dikemukakan oleh ahli sosiologi organisasi Aitai Etzioni yaitu pengamatan terpadu (Mixid Scaning) sebagai suatu pendektan untuk mengambil keputusan baik yang bersifat fundamental maupun inkremental. Keputusan-keputusan inkremental memberikan arahan dasar dan melapangkan jalan bagi keputusan-keputusan fundamental sesudah keputusan-keputusan itu tercapai.
Model pengamatan terpadu menurut Etzioni akan memungkinkan para pembuat keputusan menggunakan teori rasional komprehensif dan teori inkremental pada situasi yang berbeda-beda.
Model pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan model inkremental dalam proses pengambilan keputusan.
Latar Belakang Pengambilan Keputusan :

Setiap organisasi, baik dalam sekala besat maupun kecil, dapat terjadi perubahan – perubahan kondisi yang dipengaruhi  oleh factor – factor lingkungan eksternal dan internal organisasi. Dalam menghadapi perkembangan dan perubahanyang terjadi maka diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar roda organisasi besertaadministrasi dapat berjalan terus dengan lancar.

1.2  Jenis Pengambilan Keputusan

·           Keputusan terprogram

Keputusan terprogram adalah suatu berkaitan dengan persoalan yang sudah diketahui sebelumnya, keputusan ini menggunakan teknik dan standar tertentu dalam menangani urusan rutin dan dapat diprogram secara otomatis. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.

Contoh : keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang, dan lain-lain.

·           Keputusan tidak terprogram

Keputusan tidak terprogram adalah persoalan baru (tidak diketahui sebelumnya), parameter rumit (tidak tersedia), mengandalkan intuisi dan pengalaman, tidak melibatkan permasalahan rutin yang memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang ada.

keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas.Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

Contoh : Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terprogram. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.


Sumber :