Minggu, 13 November 2011

STRUKTUR ORGANISASI BANK RAKYAT INDONESIA


A.        Latar Belakang

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang dijadikan sebagai tanggal kelahiran BRI.

Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wirjaatmadja pada masa setelah kemerdekaan RI, berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan BRI sebagai Bank Pemerintah pertama yang didirikan di Republik Indonesia. Karena adanya situasi perang untuk mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai diaktifkan kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan perubahan nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM).

Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintergrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan keluarlah Penetapan Presiden No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan Bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang ada di Indonesia dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipecahkan menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai Bank Umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% ditangan Pemerintah. PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus memberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil atau rakyat miskin.

Hal ini tercermin pada setiap perkembangan penyaluran KUK pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September 1999 sebesar Rp. 20.466 milyar. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai dengan saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai Unit Kerja yang berjumlah cukup banyak, yaitu 4.447 buah Unit Kerja diselurul Indonesia.

B.        Permasalahan

PT. Bank Rakyat Indonesia selalu mengunggulkan dan memberikan kepuasan kepada seluruh nasabah yang telah mempercayai Bank BRI sebagai Bank Umum selama ini. Semuanya akan dilakukan Bank BRI dalam melayani nasabah. Bank BRI juga akan mampu bersaing dalam dunia perbankan di Negara Indonesia dengan sebaik-baiknya dan tak akan berbuat curang untuk mengalahkan para pesaingnya.

Bank BRI sudah berdiri sejak lama dan tahu mengenai masalah perbankan di Indonesia, dan yang merupakan Bank milik negara danBank BRI bukan Bank Sentral Indonesia. Sebagian besar Bank di Indonesia, Bank BRI lah yang mempunyai Unit Kerja atau Cabang terbanyak di Negara ini. Karena Bank BRI selalu peduli terhadap rakyat miskin yang masih banyak tinggal di Daerah Pedesaan dan tak mengutamakan orang kaya saja. Dan Bank BRI tidak membeda-bedakan mana orang kaya dan mana orang miskin, semuanya di mata Bank BRI sama saja.

Di setiap pelosok Negara ini, semua cabang Bank BRI selalu memberikan simpan – pinjam kepada para nasabah yang selalu membutuhkan dana untuk keperluan nasabahnya.


C.        Landasan Teori

VISI BRI

Visi PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah bank terkemuka dan terbuka yang selalu mengutamakan kepuasaan semua para nasabah yang ada diseluruh Indonesia agar selalu mempercayai Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank terbaik di Indonesia ini.

MISI BRI

1.          BRI melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan memprioritaskan pelayanan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), untuk menunjang perekonomian di Negara Indonesia.
2.          BRI memberikan pelayanan prima kepada para nasabahnya melalui jaringan kerja luas dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan ahli dengan melakukan banyak praktek tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
3.          BRI selalu memberikan keuntungan dan manfaat seoptimal mungkin kepada para berbagai pihak yang berkepentingan atau kepada para nasabah.

VISI UNIT BRI

Visi Unit BRI adalah menjadi lembaga keuangan dengan reputasi International, tumbuh sehat melalui penyediaan jasa perbankan untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah.

MISI UNIT BRI

1.          Memberikan layanan perbankan tanpa subsisi kepada para nasabah dengan menawarkan produk pinjaman, simpanan dan jasa bank dengan bunga pasar yang telah ditentukan oleh pemerintah indonesia..
2.          Memberikan layanan jasa keuangan yang dibutuhkan oleh nasabah mikro.

Keberadaan pasar, khususnya pasar-pasar tradisional merupakan salah satu indikator paling nyata dalam kegiatan ekonomi masyarakat disuatu wiliyah diseluruh Indonesia. BRI adalah Bank yang berbasis UMKM harus concern terhadap keberadaan pasar tradisional tersebut sebagai salah satu target market yang sangat profesional dan efisien.

Teras adalah nama lain dari PPD (Pos Pelayanan Desa) yang ada selama ini hanya ada sebagian kecil dipusat-pusat pasar sehingga market yang ada dan sangat potensial belum sepenuhnya tergali semua. Sehingga keberadaan PPD BRI saat ini yang merupakan operasional dari BRI Unit Induk. Beranjak dari permasalahan tersebut maka untuk meningkatkan peran BRI sebagai Bank yang yang berbasis UMKM serta untuk menggali potensi di pasar-pasar traditional, maka BRI telah mendirikan Unit Kerja Baru yang disebut “Teras BRI” yang ada di setiap pasar tradisional.

Penggunaan brand Teras BRI untuk Unit kerja baru ini dilatarbelakangi dengan adanya Teras BRI sebagai kolom advetorial edukasi perbankan di majalah Nasional Tempo dan Gatra sejak tahun 2007 hingga sekarang, dan digunakan sebagai media untuk memberikan informasi mengenai produk-produk maupun program pemasaran yang sedang berlangsung di Bank BRI.

Dibawah ini beberapa pengertian dari “Teras BRI” :
a)         Teras BRI adalah sebagai pengganti nama dari unit kerja PPD yang ada di pasar tradisional.
b)         Teras BRI beroperasi secara online dengan menginduk pada unit BRI yang ditunjuk, dengan demikian laporan keuangannya akan langsung mengupdate pada waktu dan hari yang sama di unit BRI yang telah ditunjuk.
c)          Teras BRI beroperasi secara terbatas sebagai sarana transaksi pembayaran dan penyetoran uang dan termasuk pelayanan jasa perbankan lainnya seperti transfer, payment point (PLN, Telpon, dll).
d)         Teras BRI tidak diberikan kewenangan untuk melakukan putusan kredit terhadap para nasabahnya.
e)          Teras BRI selain memberikan pelayanan perbankan kepada nasabah juga berfungsi sebgai pusat informaasi dan promosi produk serta fasilitas BRI sebagai sarana pemberitahuan kepada masyarakat yang belum tahu tentang BRI.


D.        Pembahasan Masalah

Strategi BRI melalui Teras BRI

Keberhasilan BRI dalam dunia perbankan di Indonesia tak lepas dari kerja keras komitmen para manajemen BRI untuk mengembangkan Unit kerja BRI seperti BRI Unit dan Teras BRI, dengan menggunakan pendekatan bisnis / komersial dan tidak lagi bergantung kepada subsidi pemerintah atau donor. Prinsip-prinsip utama yang selama ini dipegang erat oleh manajemen BRI Unit untuk bersaing dalam dunia perbankan di Indonesia adalah sebagai berikut :
1)         Simplicity, sistem yang diterapkan seperti produk, presedur, sistem akutansi serta supervisi yang di rancang sedemikian rupa sehingga menjadi sangat sederhana, efisien dan efektif.
2)         Accesibility, BRI mudah dihubungi serta selalu berada dekat ditengah-tengah masyarakat bawah khususnya yang berada didaerah pedesaan / pinggiran di seluruh Indonesia.
3)         Demand’s Driven, produk simpan-pinjam yang dirancang khusus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tuntutan masyarakat yang membutuhkannya.
4)         Transparancy, guna memastikan bahwa prinsip simplicity berjalan dengan benar dan lancar maka Teras BRI harus dikelola secara terbuka dan transparant oleh para manajemen BRI.
5)         Costumer Recovery, semua biaya yang terkait dengan kegiatan Teras BRI harus dapat ditutup dengan jumlah pendapatan yang diterima Teras BRI selama kegiatan berlangsung.
6)         Sustainability, Teras BRI Unit harus mampu menghasilkan laba yang lebih banyak sehingga mampu bertumbuh dan berkembang demi kelangsungan usahanya Teras BRI.
7)         Continous Training, setiap pegawai yang bekerja di dalam Teras BRI harus mendapatkan training untuk memaksimalkan kemampuan setiap karyawannya dalam rangka memberikan yang terbaik buat nasabah dan perusahaan atas kerja keras para karyawannya.
8)         Supervision, Teras BRI menjalankan suatu mekanisme prosedur sistem supervisi guna memastikan bahwa setiap karyawan telah menjalankan kegiatannya sesuai dengan pelaksanaan prinsip-prinsip perbankan yang sehat dan adil.

Ramalan BRI terhadap Teras BRI

Teras BRI merupakan salah satu Unit Kerja baru BRI yang dibuka pada tanggal 21 Agustus 2009 yang merupakan perpanjang tangan dari BRI Unit. Keberadaan Teras BRI di dunia perbankan dapat meningkatkan peran BRI sebagai BANK yang merakyat dengan masyarakat sekitar. BRI mampu meramalkan dengan adanya Teras BRI di dunia perbankan akan terus meningkatkan BRI sebagai Bank Umum yang terdepan. Hal ini terbukti dengan banyaknya nasabah yang mulai melakukan transaksi di Teras BRI berupa membuka simpanan di BRI, meminjam di BRI. Transaksi ini dilihat dari per-harinya yang mana :
Ø   Transaksi pembukaan simpanan BRI, dari awal membuka : 25 orang / hari.
Ø   Transaksi pembukaan deposito, dari awal membuka : 10 orang / hari.
Ø   Transaksi penyetoran dan penarikan tabungan dan giro, dari awal membuka : 50 orang / hari.
Ø   Transaksi pembukaan kredit baru, dari awal membuka : 5 orang / hari.

Pemilihan Lokasi Teras BRI

a.          Pasar-pasar basah yang ada di daerah pedesaan atau pinggiran.
b.          Pusat-pusat pasar traditional yaitu pasar pakaian, pasar sembako, pasar sayuran dan buah-buahan, pasar ikan, daging dan ayam, pasar burung dan pasar-pasar traditional lainnya yang ada diseluruh Indonesia.
c.          Pasar sentral kerajinan seni yang ada disetiap kota.
d.          Sentra-sentra bisnis, proyek dan sejenis lainnya yang sedang dalam proses.

Infrastruktur dan prasarana pendukung Teras BRI

a)         Gedung dan Lay Out ruangan Teras BRI yang digunakan :
·       Minimal ukuran ruangan adalah 3m x 3m.
·       Ruangan terbuka, bersahabat dan hommy, nyaman dan tentram serta welcome namun tetap memperhatikan restricted area untuk petugas teller yang siap melayani para nasabah yang ingin bertransaksi.


b)         Meja dan Kursi
Meja yang digunakan adalah meja yang berbentuk bundar atau oval, karena lebih berkesan santai dan bersahabat, tidak formal dan lebih akrab agar para nasabah bisa merasa nyaman dengan adanya Teras BRI. Sedangkan kursi yang digunakan harus dipilih yang tahan lama dan tidak mudah kotor, mengingat lokasi dan segmen bisnis ada dipasar-pasar tradisional yang selalu terlihat kotor.

c)          Papan Pengumuman
Digunakan untuk menempelkan berbagai macam berita atau infromasi dari BRI yang bisa digunakan untuk menambah pengetahuan dan mwnjadi wawasan atas kegiatan Teras BRI untuk para nasabah yang akan datang.

d)         Brosur Produk
Brosur diperlukan agar nasabah atau calon nasabah dapat memperoleh informasi singkat perihal produk-produk BRI yang akan diterangkan oleh para teller yang ada di Teras BRI.

e)          Akrilik di Dinding
Digunakan untuk menempelkan atau memajang poster-poster produk BRI dan prestasi dari kerja keras Teras BRI selama ini, dengan demikian para nasabah atau calon nasabah dapat lebih mengenal produk-produk BRI yang akan dipilih oleh para calon nasabah yang baru.

f)          Perlengkapan tambahan
Teras BRI dapat memberikan perlengkapan tambahan yang berupa makanan dan minuman sederhana seperti teh atau kopi dan makanan kecil lainnya yang dapat dihidangkan untuk para nasabah yang sedang menunggu giliran. Dengan memberikan teh atau kopi hangat serta makanan kecil, diharapkan suasana jadi bertambah lebih santai dan bersahabat dapat tercapai sehingga kesan kekeluargaan menjadi lebih terasa dalam melaksanakan kegiatan Teras BRI yang sedang berjalan.

Petugas Teras BRI

(1)       Mantri
(a)       Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Teras BRI
v  Menganalisa semua permintaan pinjaman dari nasabah dan mengusulkan pinjaman kepada atasan agar yang diberikan layak dan aman bagi Bank.
v  Memperkenalkan dan memasarkan produk BRI kepada masyarakat untuk mencapai profit yang diinginkan dan bertambah lebih maksimal.
v  Melaksanakan pemberantasan tunggakan yang telah ditetapkan oleh kantor pusat dan mengusulkan langkah penanggulangannya untuk meningkatkan jangkauan pelayanan terhadap masyarakat.
v  Selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu dalam rangka mempelancar tugas marketing yang telah ditetapkan oleh pemimpin Teras BRI
v  Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kantor Unit dan tidak melanggar azaz pengawasan intern.
v  Mencari nasabah penyimpan potensial untuk memperkuat funding base yang ada didalam Teras BRI.
v  Menyampaikan laporan kepada kaunit apabila menjumpai penyimpangan dalam pelaksanaan BRI Unitnya untuk meminimalkan kerugian akibat penyimpangan.
(b)       Wewenang Terhadap Teras BRI
v  Memprakarsai permintaan pinjaman yang diajukan oleh nasabah yang ingin meminjam
v  Memproses dan mengusulkan permintaan pinjaman kepada atasan.

(2)       Teller
(a)       Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Teras BRI
v  Memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah demi kepentingan BRI.
v  Memelihara citra BRI Unit untuk kepentingan BRI.
v  Pengurusan kas Teras BRI untuk pengamanan asset Bank.
v  Memastikan kelancaran dan ketepatan pelayanan setoran, pembayaran dari bank ke nasabah untuk kepentingan bisnis BRI.
v  Menyetorkan setiap kelebihan kas selama jam kerja dan menyetorkan sisa kas pada akhir hari ke kas induk untuk keamanan kas Teras BRI.
v  Memastikan keamanan dan kecocokan uang kas yang ada didalam ruang teller untuk kelancaran pelayanan nasabah.
v  Memastikan kelengkapan bukti kas tunai yang ada dalam pengawasan untuk menghindari penyimpangan kas teller.
v  Membuat registrasi kas teller untuk tertib administrasi terhadap peraturan Teras BRI.
(b)       Wewenang Terhadap Teras BRI
v  Memfiat pembayaran tunai, menerima setoran dari para nasabah sesuai dengan kewenangan yang ada di dalam Teras BRI.
v  Memegang kunci brankas yang telah tersedia di Teras BRI.

(3)       Deskman
(a)       Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Teras BRI
v  Memberikan pelayanan yang nyaman kepada nasabah dengan menggunakan jasa perbankan di Teras BRI dengan sebaik-baiknya.
v  Memberikan pelayanan nasabah simpanan, meliputi : memberikan informasi produk BRI, membantu pengisian formulir pembukuan simpanan, entry data.
v  Memberikan pelayanan nasabah pinjaman, meliputi : memberikan informasi kupedes, membantu pengisian formulir pendaftaran kupedes, menyiapkan admisnistrasi realisasi kupedes (kwitansi dan SPH).
v  Memberikan pelayanan nasabah simpanan, meliputi : informasi saldo, informasi pinjaman, mencetak transaksi pending.
v  Memasarkan produk BRI kepada masyarakat luas untuk mencapai profit yang diinginkan oleh BRI.
v  Memelihara citra dan nama Teras BRI dimata masyarakat.
v  Menata usahakan pengarsipan bukti-bukti pembukuan yang telah terjadi selama transaksi dengan para nasabah.
v  Mengisi data agunan pada sistem yang ada di Teras BRI
v  Mengagendakan surat masuk dan surat keluar dari para nasabah ke Teras BRI untuk kepentingan tertib adminstrasi.

E.        Penutup

a.     Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia dalam bersaing di dunia perbankan di Indonesia secara adil dan tertib sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. BRI sendiri telah mendirikan cabang diseluruh Indonesia kurang lebih 4.447 unit cang yang dapat membantu kantor pusat dalam melaksakan tugasnya.

Bank BRI juga mendirikan unit kerja Teras BRI yang ada disetiap pasar tradisional untuk para masyarakat menengah dan masyrakat bawah. Guna menambah banyak nasabah yang tidak dipandang, karena BRI selalu memberikan yang terbaik untuk setiap masyarakat dan tidak membedakan masyarakat kecil dan masyarakat besar.

Unit kerja yang dilaksanakan oleh BRI dapat menjadi BRI sebagai bank umum yang selalu dekat dengan setiap rakyat di Indonesia.

b.     Saran

Unit kerja yang dibikin BRI sebaiknya ditambah lagi agar menambam persaingan di dunia perbankan Indonesia. Semoga Bank BRI bisa menjadi bank yang terdepan di Indonesia dalam bersaing dengan adil dan sehat, dan tidak berbuat curang.

Semangatlah para pekerja Teras BRI dalam menjalankan tugasnya di dalam pasar tradisional. Dan tidak merasa bosan dalan bekerja agar BRI bisa maju dalam dunia perbankan.

2 komentar:

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yaitu www.gunadarma.ac.id yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill.. terima kasih :)

    BalasHapus